Bagi para penggiat supranatural non paranormal (orang biasa yang tahu suprantural) pastilah memperhatikan bahwa akhir-akhir ini makin banyak saja santet yang bersliweran di atas pemukiman warga, kantor, tempat umum, dan sebagainya. Pertanyaannya … mengapa bisa terjadi sedemikian rupa?
Mungkin jawabannya karena masyarakat kita adalah masyarakat yang kurang sportif. Ada masalah sedikit langsung marah, disaingi teman kantor langsung marah, dimarahi bos karena pekerjaannya kurang memuaskan lalu marah. Ok kalau cuma marah dan sebel. Tahap selanjutnya itu loh yang parah. Datang ke dukun dan bilang, “Mbah, tolong guna-gunai orang ini!”. Dan si dukun menjawab, “Oke, Dik. Maharnya segini ….”. Setelah itu selang sebentar mantra kutukan santet akan segera memburu target.
Pembaca yang budiman, mengapa kita harus menyelesaikan urusan dendam dan kekesalan ini dengan media santet? Bukankah lebih baik kita memacu diri untuk menjadi lebih baik? Dan apabila gagal maka sebenarnya kita mungkin sudah sampai pada batas kita dalam hal tersebut dan kita bisa mencoba bidang lain? Alangkah sangat disayangkan banyak sekali banyak saudara-saudari kita yang memilih santet sebagai penyelesaian persoalan mereka.
…….(Berduka mode on)